You are currently viewing Kaitan Batik Sudagaran Dengan Batik Keraton dan Motifnya.

Kaitan Batik Sudagaran Dengan Batik Keraton dan Motifnya.

Tak selamanya batik selalu bernama asal daerah si kain itu sendiri. Buktinya batik Sudagaran berhasil tenar dengan nama yang cukup unik di antara batik-batik pada umumnya. Dengan panggilan tersebut, apakah Batik Sudagaran memang diciptakan oleh kalangan para saudagar?

Untuk menjawab hal itu, artinya anda perlu mengikuti artikel ini lebih jauh. Karena khusus kali ini kami telah menyiapkan serangkaian informasi yang mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya. Mulai dari awal mula batik ini hidup, karakter-karakter khasnya, hingga motif-motif apa saja yang bisa anda jumpai.

Tapi, tahukah anda, batik ini memiliki cerita keterkaitan kuat dengan batik original khas keraton, lho. Penasaran? Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Hubungan Antara Batik Sudagaran dengan Batik Keraton?

Siapa sangka ternyata asal usul Batik Sudagaran masih ada hubungannya dengan Batik Keraton. Tapi jangan salah sangka dulu membayangkan batik ini adalah turunan dari kesenian tekstil kalangan keraton. Malah yang terjadi justru sebaliknya.

Hubungan yang dimaksud boleh dibilang sebagai hubungan pertentangan. Mengapa? Anda para pecinta batik pasti paham sekali bagaimana ciri khas Batik Keraton. Salah satunya yaitumotif pakem yang harus diaplikasikan oleh perajin dalam membuat setiap kain batik.

Belum lagi ketentuan yang hanya mengizinkan motif-motif kain tersebut digunakan oleh keluarga raja. Dan terakhir, hanya sampai pada kalangan abdi dalem saja batik boleh digunakan.

Pada saat itu motif batik sangat dipercaya memiliki makna yang sangat dalam melibatkan nuansa ruhiyah. Karena itulah tentu bukan sembarang orang bisa memakainya, seakan menjadi motif larangan bagi masyarakat umum selain keluarga kerajaan.Nah, dari sinilah banyak orang memahami Batik Keraton sebagai batik larangan yang kemudian menjadi istilah tersendiri.

Terciptanya Batik Sudagaran

Tentu tak ada yang bisa menolak keindahan dan uniknya guratan batik. Jika kalangan penguasa menyukainya, masyarakat biasa pun pasti juga ingin mengenakannya. Itulah mengapa motif pantangan yang berlaku bagi masyarakat lain justru bukan menjadi penghalang menghasilkan karya batik.

Tanpa sepenuhnya meniru motif yang berlaku di dalam keraton, penduduk luar keraton kemudian mulai menciptakan motif batik sendiri. Inspirasi batik yang baru memang masih sedikit terpengaruh dari Batik Keraton. Namun, yang membuat batik ini berbeda adalah pengubahan jenis dan struktur motif, serta ragam hias utama. Tak terkecuali adanya beberapa tambahan ornamen pelengkap seperti isen-isen yang cukup rumit dan cecek titik pada ruang kosong.

Perbedaan yang begitu kontras membuat banyak orang berpikir batik ini menawarkan konsep yang lebih berani. Karena berhasil keluar dari bayang-bayang Batik Keraton tanpa menjatuhkan ciri khas batik pendahulunya.

Lantas bagaimana dengan makna kata Sudagaran? Beberapa sumber menyebutkan Batik Sudagaran memang tercipta dari tangan para saudagaryang hidup di luar kompleks keraton. Oleh sebab itunama batiknya pun mencerminkan siapa penemu dibaliknya.

Tapi bukan berarti setelah diciptakan oleh kalangan terhormat, penyebaran batik ini juga jadi terhambat. Sebaliknya, banyak masyarakat biasa menyukai motif-motif Batik Sudagarandan selanjutnya bebas dikenakan oleh berbagai kalangan tanpa memandang status sosial.

Mengapa Batik Sudagaran Lebih Diminati?

Kalangan luar keraton tentu lebih bervariasi, mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas menengah ke atas. Belum lagi permintaan pasar terhadap kain batik yang begitu besar. Untuk itu pastinya diperlukan kain batik yang tidak hanya pas untuk kalangan mampu. Tapi juga terjangkau oleh kalangan apapun.

Demi menjawab tingkat permintaan seperti ini, selanjutnya muncullah teknik membatik dengan media cap. Bahkan sebagian orang meyakini, sejak masa inilah batik cap lahir dan menjadi semakin populer seiring bertambahnya zaman.

Dengan membatik menggunakan cap, waktu pengerjaan pun lebih cepat dan hasilnya pun otomatis lebih banyak dari pada batik tulis. Inilah salah satu alasan mengapa batik ini mendapatkan perhatian yang lebih.

Walau begitu, batik-batik tulis dari motif Batik Sudagaran juga tetap unggul dan terkenal dengan karakternya tersendiri. Harganya pun tentu tak sama dengan batik cap, karena proses pengerjaannya yang cukup lama tergantung pada kerumitan detail.

Karakter Batik Sudagaran

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa batik ini cenderung lebih berani mengekspresikan potret-potret benda sekeliling. Kurang lebih itulah karakter utama yang sangat mencirikan identitas batik ini. Untuk lebih jelasnya berikut adalah karakter Batik Sudagaran :

  1. Menggunakan Motif Alam

Pengubahan pertama bisa terlihat dari motif utamanya. Batik ini lebih memilih figur benda alam, seperti flora dan fauna. Bukan Cuma itu. Agar motif utama semakin terlihat, ukurannya pun cukup besar sehingga sangat pas dilihat meski dari kejauhan.

2. Warna Yang Khas

Untuk elemen yang satu ini memang cenderung masih terpengaruh dari Batik Keraton. Yang mana kain-kainnya pun masih mengaplikasikan warna-warna soga dalam banyak produksi.

Akan tetapi, di samping itu Batik Sudagaran juga mempunyai satu warna khas yang banyak mendominasi produknya. Yaitu warna biru tua yang kental dengan nuansa elegan.

3.Kontras Warna Pada Motif dan Dasar Kain

Meski masih memanfaatkan warna yang cenderung gelap, anda juga bisa menemukan kain batik yang lebih dinamis dalam permainan warna. Seperti misalnya warna dasar kain jauh lebih terang dari pada warna guratan motif. Tentu saja ini bertujuan untuk memberikan kesan yang lebih menyala dan hidup sehingga tampak segar dan tak membosankan.

Motif Batik Sudagaran Menurut Ragam Hiasnya

Setelah memahami semua seluk beluk batik, kini saatnya intip sedikit berbagai motifnya agar mudah membedakannya. Apa saja?

1. Motif Kembang

Figur alam pertama yang paling sering menjadi motif utama batik boleh jadi kembang. Sebab selain memang tampak cantik, kembang memiliki makna yang lebih dalam. Yang mana menjadi salah satu lambang keindahan yang begitu dekat dan mudah ditemui banyak orang.

Agar semakin terlihat manis dan tak monoton, motif tersebut juga lengkap dengan ragam hias dedaunan. Baik yang menyatu dengan kembang utama berukuran besar, maupun yang  tersebar ke seluruh bagian kosong kain.

2. Motif Hewan Bersayap

Ciri khas motif fauna yang tak bisa lepas dari batik ala Jawa adalah hewan-hewan bersayap, seperti burung dan kupu-kupu. Ragam hias ini menjadi cukup populer dan menyebar ke beberapa daerah berkat bentuknya yang cantik.

Seringkali batik bermotif ini hadir dalam satu jenis fauna yang sama, contohnya seperti Batik Sidomukti hasil karya Sudagaran. Akan tetapi, tak jarang juga yang menghasilkan banyak kain batik dengan figur campur.

3. Motif Cap

Khusus bagi batik cap Sudagaran, terdapat dua model yang bisa anda temukan. Umumnya, batik cap akan berupa motif yang tampak seragam dengan satu macam pola saja.

Namun, model kombinasi yang menggabungkan beberapa pola geometris dalam satu kain pun juga menjadi salah satu alternatif motif Batik Sudagaran yang cukup banyak peminatnya .

Batik Sudagaran
Penutup Dan Kesimpulan

Bagaimana, menarik bukan? Batik Sudagaran nyatanya masih cukup kental dengan suasana batik klasik meskipun tidak sepenuhnya berkiblat pada batik asli keraton. Dengan karakternya yang kuat, batik ini termasuk salah satu batik yang sangat menunjang citra pemakainya. Tunggu apalagi, yuk coba sekarang dalam berbagai busana agar semakin melestarikan eksistensinya. Selamat mencoba!

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

This Post Has One Comment

Tinggalkan Balasan