You are currently viewing Jangan Salah, Ini Dia Perbedaan Batik dan Tenun Yang Jarang Anda Tahu

Jangan Salah, Ini Dia Perbedaan Batik dan Tenun Yang Jarang Anda Tahu

Perbedaan Batik dan Tenun

Masih bingung membedakan antara batik dengan tenun? Bagi sebagian orang membedakan kedua tekstil ini tidaklah sulit. Tapi boleh jadi masih ada Kawan Batik lainnya yang belum menyadari apa saja perbedaan batik dan tenun.

Sekilas masing-masingnya cukup kontras dari segi motif. Seperti misalnya, kain tenun lebih banyak dominasi hiasan belah ketupat. Atau juga bentuk-bentuk lain yang umumnya berciri geometris.

Selain itu, masih ada beberapa perbedaan lainnya yang sangat menentukan corak khas dari masing-masing kain. Nah, supaya Kawan Batik lebih mudah mengetahui mana yang batik dan mana yang tenun, artikel ini pas sekali. Karena kali ini Batik Bedjo akan membahas semua informasinya secara jelas. Penasaran bagaimana? Yuk langsung simak!

1.Jenis Motif Yang Berlainan

Perbedaan Batik dan Tenun

Meskipun keduanya sama-sama memiliki nilai etnik, namun tetap unggul dengan ciri khas masing-masing motifnya. Salah satunya terlihat dari model guratan motif yang begitu berkarakter sehingga dapat membedakannya satu sama lain.

Jika anda perhatikan lebih baik, motif pada kain batik sebetulnya lebih luwes khususnya pada batik tulis. Batik ini memiliki lekuk demi lekuk yang tidak nampak patah. Kemudian bagi jenis batik cap, sifat luwes juga cenderung sedikit lebih menonjol pada setiap objek hiasannya.

Bentuk-bentuk seperti kembang, daun, hewan, bahkan manusia pun tergambar jelas di atas kain. Begitu pula dengan isen-isen yang memenuhi ruang kosong antara hiasan utama.

Lain dengan kain tenun yang cenderung lebih menang untuk soal ketegasan bentuk hiasan. Guratan motif kain ini tidak seluwes batik sehingga mampu memberikan kesan yang unik dan sangat khas. Justru model seperti inilah yang mencirikan identitas kain tenun antara jenis kerajinan tekstil lainnya.

Sementara untuk hiasan-hiasan baik naturalis maupun figur bernyawa cirinya pun ikut berbeda dari batik. Walaupun tak senyata yang ada dalam kain batik, gambaran pada kain tenun masih mampu terlihat bentuknya. Mengapa demikian?

Sederhanya, perbedaan karakter motif ini adalah efek dari teknik pembuatan yang juga berlainan. Dan khusus untuk persoalan ini akan kami bahas pada bagian selanjutnya.

2.Teknik Pembuatan Cukup Kontras

Perbedaan Batik dan Tenun

Pembuatan Batik

Inilah salah satu alasan mengapa motif antara batik dan tenun cukup berlawanan. Apabila melihat keseluruhan jenisnya, pembuatan batik tergolong ke dalam proses melukis motif di atas kain menggunakan tinta khusus. Atau dengan kata lain untuk membuatnya harus ada kain yang tersedia terlebih dulu.

Contoh paling dekat bisa terlihat dari proses pembuatan batik tulis yang mengandalkan canting dan malam. Canting bisa dianggap sebagai alat tulis dengan malam sebagai tintanya.

Lewat alat dan bahan ini membentuk motif hiasan dapat perajin lakukan sesuai kreativitas tanpa terbatas sudut-sudut kaku. Apalagi kalau bukan karena bentuk canting yang memang mudah diarahkan kemanapun. Lalu didukung cairan malam yang terus mengalir kemudian menempel ke atas kain.

Jenis batik cap juga punya prinsip yang sama. Yaitu membuat motif dengan menempelkan tinta pada kain utuh. Hanya saja motif batik ini sudah memiliki ukiran menarik pada alat cap. Dari sini perajin hanya perlu mencelupkan alat pada tinta kemudian mencapnya ke atas kain.

Perbedaan Batik dan Tenun

Pembuatan Tenun

Proses tadi pada dasarnya tidak dikenal dalam pembuatan kain tenun. Untuk selembarnya, perajin perlu membuat mulai dari benang lungsin dan benang pakan. Kedua benang ini disusun saling tumpang seperti teknik menganyam yang nantinya menghasilkan sebuah kain rapat.

Selain benang, pembuatannya juga memerlukan alat gedogan dan alat tenun manual. Dengan alat-alat ini perajin memposisikan benang lungsin secara memanjang. Benang inilah yang juga memberikan warna latar kain. Tentunya bukan hanya putih seperti dasar kain batik sebelum diberi motif.

Sementara itu untuk motifnya, perajin menggunakan benang pakan yang ditenun sedemikian rupa. Sama seperti lungsin, benang ini pun punya banyak variasi warna. Warna setiap hiasan pun bisa berbeda-beda dengan memilih benang yang pas tergantung dari keterpaduannya.

Berkat teknik sepert ini maka tak salah jika menyebut pembuatan kain tenun terbilang sekaligus selesai. Yaitu ketika membuat kain, saat itu juga motifnya dibuat.

3.Metode Pewarnaan Yang Khas

Setelah memahami pembuatan kedua kain, tentu cukup mudah mengetahui perbedaan batik dan tenun dalam hal teknik pewarnaannya . Namun pada bagian ini, Batik Bedjo akan sedikit mengulas lebih dalam lagi agar lebih detail

Perbedaan Batik dan Tenun

Tahap Pewarnaan Kain Batik

Selain warna motif hiasan dari tinta malam, anda bisa perhatikan berbagai warna lainnya yang memenuhi hiasan detail dan latar kain. Bagian-bagian inilah yang perlu melalui proses tertentu selain menggunakan canting.

Kain yang telah siap dengan motifnya, selanjutnya perajin perlu mencelupkan kain pada cairan pewarna. Pada tahap ini, hanya ruang yang belum tertutup malam saja yang akan menyerap celupan warna. Maka nantinya akan terlihat 2 warna yang kontras.

Kain kemudian dijemur. Akan tetapi proses ini masih belum selesai. Kain masih harus melalui proses pelukisan menggunakan malam kembali agar bagian ini juga tahan lama.

Setelah itu masih ada tahap pencelupan ke warna lain untuk kedua kalinya. Menjemur ulang lalu membatik kain kembali begitu seterusnya. Dan tahukah anda, proses ini terus berulang hingga mendapatkan kombinasi warna yang diinginkan, lho.

Semakin banyak bentuk motifnya, tentu semakin kaya juga warna yang ada pada sehelai kain batik. Untuk lebih jelasnya, anda bisa lihat batik-batik pesisir yang sangat atraktif bermain dengan warna.

Dengan begitu, singkatnya tahap pewarnaan batik memang cukup panjang dan berulang hingga mendapatkan kombinasi yang sempurna. Itulah mengapa harga batik seperti ini cukup tinggi selain karena proses lukisnya yang rumit.

Perbedaan Batik dan Tenun

Pewarnaan Kain Tenun

Sebelumnya, tentu anda sudah cukup mengenal benang-benang dalam pembuatan kain ini sudah berwarna. Tapi, lebih awal dari pada itu, ada baiknya untuk ketahui juga bagaimana warna ini dihasilkan.

Pewarnaan benang lungsin sendiri tergolong jauh lebih mudah karena hanya berbekal satu warna saja. Mencelupnya pada cairan pewarna, menjemur benang, dan perajin siap memasangkannya pada ATBM setelah kering.

Sedangkan benang pakan membutuhkan beberapa tahap untuk menghasilkan warna yang bervariasi. Pertama, benang perlu direntangkan terlebih dahulu pada alat khusus. Dari sini selanjutnya perajin harus membuat gambaran desain yang akan menjadi blok warna.

Desain yang sudah siap lalu diikat pada bagian tertentu untuk pewarnaan yang bebeda. Warna untuk sekali pencelupan tentu tidak sama. Oleh karenanya, setiap mencelupkan ke cairan, perajin harus membuka tali ikatan pada bagian tertentu.

Agar warna lebih menyerap pada benang, setiap kali memberikan warna berbeda, benang juga perlu langsung terjemur. Hingga akhirnya mendapatkan warna dan motif tujuan.

Kesimpulan

Setidaknya ketiga perbedaan inilah yang sangat menentukan perbedaan batik dan tenun meski sama-sama bermotif unik. Meski terlihat cukup berlainan, tak ada salahnya untuk mengkombinasikan kedua tekstil ini menjadi sebuah busana yang sangat berkarakter.

Namun, bagi anda yang ingin mencari batik dengan berbagai motif menarik dan elegan, koleksi dari Batik Bedjo lah solusinya. Busana atasan pria, wanita hingga aksesoris batik semuanya tersedia lengkap.

Hanya cukup melalui gadget, anda sudah bisa memilih batik favorit dan langsung belanja tanpa waktu lama. Kapan lagi belanja batik berkualitas semudah ini. Yuk, tambah ke keranjang sekarang!

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan Balasan