You are currently viewing Sudah Tahu Asal Batik Pekalongan dan Filosofinya?

Sudah Tahu Asal Batik Pekalongan dan Filosofinya?

Asal Batik Pekalongan

Seberapa kenal anda dengan Batik Pekalongan? Batik ini memang menyimpan keunikan dan motif-motif menarik yang sangat khas di benak para pecinta batik. Jika anda memang salah satu peminat, pastikan juga mengenal asal Batik Pekalongan yang begitu historis.

Bagi sebagian orang, memahami asal suatu batik mungkin tidak terlalu penting. Tapi, sebagai Kawan Batikanda tentu berbeda. Lewat mengetahui awal mula batik, pastinya anda akan lebih kenal dengan makna dibaliknya. Mengenakan beragam motif termasuk motif Batik Pekalongan pun terasa lebih menyatu dari pada sekadar mempertimbangkan keindahan guratan.

Untuk itu, berikut ini adalah informasi rinci tentang asal Batik Pekalongan khusus untuk Kawan Batik dimanapun berada. Tak ketinggalan juga filosofi dari Batik Pekalongan sendiri yang penuh esensi dalam setiap coraknya. Tanpa berlama-lama lagi, yuk simak selengkapnya!

Asal Batik Pekalongan

Asal Batik Pekalongan

Siapapun pasti setuju Batik Pekalongan berasal dari daerah Pekalongan. Akan tetapisama seperti daerah lainnya.Corak batik ini sendiri juga tak sepenuhnya original dari buah ide perajin lokal terdahulu. Ada banyak pengaruh yang masuk dari berbagai kota dan budaya membuat batik ini semakin menemukan ciri khasnya.

Berbicara soal bagaimana batik ini mendapatkan karakternya, paling tidak ada 2 fase yang perlu Kawan Batik ketahui. Pertama, melalui pengaruh batik keraton. Dan fase kedua adalah penyerapan kesenian pendatang. Kedua fase inilah yang membuat beragam kainnya spesial seperti yang anda kenal saat ini.

1.Pengaruh Batik Keraton

Sudah tahu belum kalau konsep kesenian tekstik Batik sendiri lahir dari lingkungan kerajaan Jawa, lho. Karena itulah, istilah ‘Batik’ pun sebetulnya gabungan dari dua kata dalam bahasa Jawa. Yaitu Amba yang berarti menulis dalam jangkauan luas dan Nitik yang artinya titik.

Dari istilah tersebut, tak heran jadinya jika kain batik bermula dari ide seni para perajin dalam kerajaan. Motif-motif yang dihasilkan cukup terbatas mengikuti pakem wajib.

Salah satu alasannya adalah karena model pakem tersebut penanda yang sangat signifikan antara kalangan bangsawan dengan masyarakat biasa. Khususnya sejak masa Kerajaan Majapahit sampai Mataram Islam.

Dari sinilah Batik Pekalongan mendapat sebagian efek dari batik khas keraton Jawa. Penasaran bagaimana batik ini menyumbang motif bagi Batik Pekalongan?

Asal Batik Pekalongan

Menurut sumber, antara rentang tahun 1825 sampai 1830 terjadi perang Diponegoro yang cukup besar. Saking besarnya, keluarga kerajaan dan anggota pemerintahan terpaksa pergi dari daerah asal dan menyebar ke berbagai daerah. Di luar itu, pasukan perang golongan pribumi pun juga harus berpindah, termasuk ke wilayah Pekalongan.

Tentunya perpindahan ini juga ikut membawa kebiasaan hingga adat kesenian milik para pendatang. Tercatat memasuki tahun 1830, budaya membatik yang menghasilkan kain batik untuk pemakaian sehari-hari telah hidup di Pekalongan.

Hasilnya motif-motif pakem batik keraton pun mulai diadopsi sambil para perajin mengembangkannya sesuai dengan kondisi yang nampak. Mulai dari masyarakat bagian selatan, sisi barat Pekalongan, wilayah timur, bahkan perbatasan Batang pun memproduksi Batik khas Pekalongan.

Jadi, jangan heran jika anda juga akan menemukan batik bergaya semi sogan ala keraton saat belanja batik. Meski bukan di kawasan Jogja atau Solo.

2.Pengaruh Kesenian Pendatang Asing

Asal Batik Pekalongan

Bila anda cukup familiar dengan kondisi geografis Pekalongan, tentu paham betul posisinya yang dekat wilayah pesisir. Posisi seperti ini cenderung membuat daerah lebih terbuka menerima banyak hal baru. Apalagi kalau bukan karena pelabuhannya yang selalu menjadi persinggahan kapal-kapal, terutama padamasa lalu.

Pekalongan boleh dibilang salah satu pintu strategis masuknya pendatang asing penjelajah nusantara. Yang juga membuat kawasan ini menjadi lapisan pertama saat menerima budaya-budaya baru. Khususnya bagi perkembangan batik lokal, kesenian baru tersebut juga diadopsi ketika membuat kain batik.

A.Pengaruh Eropa

Contohnya seperti pengaruh dari pendatang wanita asal Belanda menginspirasi Batik Pekalongan menghasilkan motif bunga buketan. Selain itu, pemilihan warna batik juga cenderung lebih dinamis khas corak Eropa, misalnya biru dan hijau.

Meskipun tidak ada sentra yang khusus memproduksi batik buketan, jangan khawatir karena anda tetap bisa menjumpainya. Terutamadi banyak pusat perbelanjaan atau toko batik Jakarta dan Pekalongan.

 B.Pengaruh Tiongkok

Kesenian lain yang juga tak kalah dominan pada batik ini dibawa oleh para pedagang asal Tiongkok. Berkat ciri khasnya, motif batik pekalongan jadi lebih berbeda dari pada yang lainnya. Seperti menggunakan ragam hias naga, burung phoenix, atau figur natural lainnya.

Warna merah dan warna-warna menarik lainnyaadalah andalan kesenian Tiongkok yang membuat batik ini tampak dinamis. Sekarang cantiknya batik ini masih bisa anda saksikan salah satunya pada Batik Oey Soe Tjoen.

C.Pengaruh Jepang

Yang tak kalah memikat ialah kombinasi antara corak keraton dengan budaya Jepang.Dalam satu kain anda bisa sekaligus melihat kesan latar berwarna sogan berpadu dengan corak alami yang fresh. Karena ini juga batik terkenal dengan nama Batik Jawa Hokokai.

Umumnya kain diisi dengan ragam hias bunga sakura dan anggrek, dahlia, kupu-kupu, serta hiasan berupa salur yang luwes. Bukan cuma bergaya sogan, kini batik juga menawan dalam nuansa yang lebih segar setelah menggunakan variasi warna lain.

3.Pengaruh Pendatang Lainnya

Selain ketiga pengaruh tersebut, masih ada pengaruh budaya lain yang beperan besar dalam terciptanya karakter Batik Pekalongan. Beberapa diantaranya yaitu nuansa hiasan ala India, Turki, Arab, dan Persia yang dibawa oleh pedagang-pedagang negara asal.

Bagi anda yang cukup khawatir motifnya akan terasa asing di mata, tenang saja. Sebab seiring perkembangan zaman batik ini pun juga ikutmenyesuaikan dengan corak batik khas Indonesia. Jadi tetap pas untuk momen formal yang butuh kesan batik klasik.

Filosofi Batik Pekalongan

Asal Batik Pekalongan

Setelah mengetahui asal Batik pekalongan, kini waktunya untuk meresapi filosofi setiap motifnya. Secara garis besar Batik Pekalongan menggambarkan keterbukaan yang menerima setiap perbedaan budaya yang ada. Dan tentunya berhasil menunjukkan perpaduan budaya ternyata bisa harmonis dalam satu kesenian tekstil.

Lebih dalam lagi, setiap motifnya memiliki makna tertentu. Misalnya makna dari motif liong yang menggambarkan hewan mitologi naga khas Tiongkok. Lambang ini sangat menyaratkan harapan bagi pemakainya dilimpahi kemakmuran dan kesuksesan dalam hidup.

Lain halnya dengan filosofi motif semen yang kental dengan nuansa keraton klasik. Khusus bagi batik ini, ragam hias utama burung garuda mengartikan niat dan tujuan yang tidak mudah goyah. Layaknya harapan bagi setiap pemakainya juga.

Sementara bagi batik Jlamprang, seragamnya ragam hias geometris adalah perlambang keajegan atau konsistennya niat. Dalam makna lain, hiasan ini juga mengartikan hubungan rohani yang kuat dengan Sang Maha Kuasa dalam memohon penghidupan.

Kesimpulan

Dengan bercampurnya beberapa corak khas dalam satu bentuk batik yang sama menjadikan cantiknya Batik Pekalongan sangat berkarakter. Dan pastinya menyimpan nilai keunikan yang tak dimiliki batik asal daerah manapun.

Nah, jika Kawan Batik mulai penasaran dengan beragam model batik ini, yuk langsung saja cek katalog Batik Bedjo . Mulai dari busana batik formal hingga casual semuanya bisa anda pilih sesuai keinginan. Tunggu apa lagi, yuk klik sekarang

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan Balasan