You are currently viewing Inilah Cara Menyimpan Batik Supaya Awet Tahan Lama

Inilah Cara Menyimpan Batik Supaya Awet Tahan Lama

Bagi sebagian orang batik bukan hanya pakaian biasa. Melainkan suatu kain yang lebih spesial dari pakaian sehari-hari. Kawan Batik juga pasti setuju kalau batik memang perlu melewati beberapa tahapan pemeliharaan khusus. Bukan hanya teknik mencucinya saja, cara menyimpan batik pun juga harus betul.

Tujuannya tentu saja agar batik tetap tahan lama seperti saat pertama kali membeli. Bebas dari kemungkinan cacat kain atau paling tidak minim cela. Apalagi bagi anda yang senang mengoleksi berbagai macam batik, teknik penyimpanannya jadi sangat penting untuk jangka waktu tahunan.

Untungnya, kali ini Batik Bedjo punya beberapa tips cara menyimpan batik yang bisa Kawan Batik coba aplikasikan. Tidak harus menggunakan peralatan sulit dan mahal, kok. Anda hanya perlu perhatikan apa saja yang sebaiknya ditinggalkan dan dilakukan.

Tanpa berlama-lama, yuk simak informasinya berikut ini!

1.Hindari Melipat Kain atau Busana Batik

Cara Menyimpan Batik

Tips pertama yang sangat penting bagi keutuhan kualitas batik adalah dengan tidak melipatnya. Terutama pada kain atau baju-baju yang menggunakan batik tulis asli.

Melipat kain batik dikhawatirkan akan menimbulkan bekas yang sulit anda luruskan nantinya dengan setrika bersuhu tinggi. Atau lebih parah lagi justru bagian tinta yang terlipat malah pecah. Kalau sudah begini, batik anda tentu jadi tidak menarik lagi.

Ada alternatif lain yang bisa anda terapkan ketika berhadapan dengan segala jenis batik. Salah satunya yaitu dengan menggantung setiap busana agar tetap lurus dan licin.

Dengan metode ini, anda ikut menjaga keutuhan kualitas batik agar tetap prima kapanpun akan anda pakai. Meskipun efeknya jadi harus siap sedia lebih banyak hanger baju, namun hal itu tentu tidak sebanding dengan kerusakan batik yang sangat rawan muncul.

2.Simpan Kain Batik Dengan Menggulungnya

Cara Menyimpan Batik

Lain lagi dengan kain batik. Karena melipat kain sangat tidak direkomendasikan kain yang luas dan panjang tidak mungkin anda simpan dalam box besar khusus. Solusinya bisa anda ubah dengan cara menggulung kain.

Lewat teknik seperti ini, tekstur kain yang halus, rapi dan lurus pasti tetap terjaga sampai anda menggunakannya kembali. Caranya pun cukup mudah.

Jika anda perhatikan bagaimana toko kain menyimpan koleksinya pada rak-rak terbuka, kurang lebih seperti itulah kain anda nantinya. Hanya saja papan kayu di tengah yang biasa toko kain gunakan perlu anda ganti dengan bentuk silinder yang kuat.

Bila tidak keberatan, anda bisa gunakan pipa paralon yang panjangnya menyesuaikan panjang kain batik. Atau boleh juga menggunakan bahan lainnya asalkan kuat menopang kain supaya tetap tegak.

Satu tips lagi agar tidak ada bagian kain yang terlipat walau hanya sedikit. Usahakan untuk selalu tarik kain secara pelan dan rapikan semua permukaan kain setiap sekali gulungan. Dan kain batik kesayangan pun siap.

3.Berikan Jarak Antar Batik

Cara Menyimpan Batik

Ini dia cara menyimpan batik yang tak kalah penting. Yaitu hanya dengan memberikan jarak antar batik. Cara seperti ini cukup tepat untuk menghindari kemungkinan tinta dan warna kain menempel satu sama lain.

Untuk baju-baju batik yang digantung, anda bisa renggangkan sedikit sekitar 3 – 4 cm setiap bajunya. Namun, efeknya bisa jadi tidak semua baju anda tersimpan aman dalam lemari gantung.

Apabila memang demikian, cara yang paling tepat adalah melapisi masing-masing baju batik dengan plastik baju gantung. Dengan begini anda tetap bisa menyimpan baju tanpa harus memberikan jarak.

Sedangkan untuk koleksi gulungan kain batik, akan jauh lebih aman melapis setiap gulungannya dengan kain polos. Usahakan pilih kain katun atau sejenisnya selama kain bertekstur halus bagi batik. Lalu simpan di lemari atau ruang penyimpanan favorit.

Supaya tidak harus membuka bungkusnya satu per satu saat ingin dipakai, ada baiknya tempelkan sampel potongan kain berukuran kecil. Jadi, bentuk dan kualitasnya tetap terjaga.

4.Jaga Suhu Optimal Lemari Penyimpanan

Cara Menyimpan Batik

Merawat kain batik bukan hanya soal bagaimana pemakai melakukan beragam treatment yang tepat. Tetapi juga bagaimana ia menyiapkan segala prasarana agar penyimpanan batik maksimal.

Untuk menjaga kualitasnya, pertama perhatikan terlebih dulu apakah lemari penyimpanan memang terbuka atau tertutup. Hal ini penting anda lihat karena batik sangat baik berada dalam suhu ruangan yang kering. Kelembaban juga dibutuhkan, hanya saja dalam kadar yang sangat rendah.

Nah, pada lemari terbuka, agaknya tidak terlalu mengkhawatirkan sebab sirkulasi udara cukup lancar. Sebaliknya, anda perlu sedikit ekstra perhatian dengan desain lemari tertutup. Ada baiknya untuk lakukan sistem buka-tutup yang terjadwal dan rutin agar lebih banyak pertukaran udara dan menjaga suhu yang optimal.

5.Jangan Gunakan Pengharum Lemari

Cara Menyimpan Batik

Bau lemari tertutup seringkali membuat baju yang tersimpan juga ikut beraroma kurang menyenangkan. Campuran antara bau kayu dengan aroma ngengatnya pasti membuat anda juga merasa tidak nyaman untuk memakainya.

Biasanya untuk mencegah bau, banyak orang menebar kapur barus ke seluruh sudut lemari. Tapi, tahukah anda partikel gas dari kapur barus ternyata berisiko besar bagi batik, lho. Mengapa?

Pasalnya partikel kimia inilah yang lama kelamaan membuat serat batik rusak dan warnanya semakin kusam. Bisa-bisa koleksi busana batik tulis jadi tidak sesempurna yang anda inginkan.

Namun, lain ceritanya kalau setiap baju telah dilapis plastik baju gantung yang menutup seluruh sisi baju. Pemakaian pengharum lemari tidak akan begitu berpengaruh pada keutuhan batik.

Meski begitu, akan jauh lebih baik menggantinya dengan pengharum alami, seperti akar wangi kering. Atau jika sulit menemukannya, alternatif lain bisa anda coba dengan membungkus lada putih utuh dengan kain tipis. Kemudian letakkan ke beberapa sudut agar menyerap bau lebih maksimal.

6.Hindari Penggunaan Parfum Secara Langsung

Cara Menyimpan Batik

Menyempotkan parfum ke pakaian setiap kali bersiap-siap memang sudah menjadi kebiasaan semua orang. Tentunya ini merupakan cara paling cepat dan praktis untuk membuat penampilan anda lebih memikat dari sisi aroma. Walau begitu, lagi-lagi anda perlu perhatikan lebih jeli ketika memakai baju batik.

Parfum atau pewangi pakaian sejenis masih tergolong berbahan kimia yang rawan bagi batik, utamanya batik tulis. Serupa dengan kamper, kandungan di dalam parfum mampu merusak keaslian warna batik berikut serat kainnya.

Dengan demikian, apakah lalu memakai wewangian menjadi hal yang terlarang? Untungnya kendala tersebut masih bisa disiasati dengan menyediakan kain lain. Kain ini akan menjadi pelapis batik sekaligus filter partikel parfum sehingga tidak terjadi kontak langsung.

Meskipun batik hanya mendapat kesan wangi yang sedikit, namun cara ini jauh lebih baik mengamankan batik berharga anda. Lebih aman lagi jika penyemprotan parfum pindah ke baju dalaman. Jadi, kesan wangi tetap bisa anda dapatkan meski tidak seperti memakai baju jenis lainnya.

Cara Menyimpan Batik

Kesimpulan

Menyimpan batik ternyata sama pentingnya dengan merawat batik agar tetap terlihat original dan menarik. Karakter batik yang begitu spesial mau tak mau harus membuat anda lebih perhatian dengan segala hal yang mengelilinginya.

Jangan sampai batik kesayangan anda berkurang hanya karena metode yang salah. Sebelum hal itu terjadi, tak ada salahnya untuk tambah koleksi batik dengan berbagai macam produk batik dari Batik Bedjo  Mulai dari atasan wanita, kemeja pria, hingga outer batik kekinian pun bisa anda pilih sekarang juga.

Yuk, cek dulu koleksi kami

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan Balasan