You are currently viewing 7 Hal Tentang Batik 3 Negeri Yang Kamu Harus Tahu.

7 Hal Tentang Batik 3 Negeri Yang Kamu Harus Tahu.

Batik 3 Negeri

Di kalangan pecinta batik, pasti tak asing dengan batik 3 negeri. Sebuah batik yang sangat populer untuk digunakan untuk berbagai acara. Namun tak banyak orang yang tahu tentang batik ini. Siapa yang mempopulerkannya, di mana pembuatannya, dan sebagainya.

Kali ini Rumah Batik Bedjo akan mengungkap beberapa hal tentang batik 3 negeri yang fenomenal ini. Sebagian orang  mungkin tidak menyangka bahwa pembuatnya bukan asli keturunan Jawa. Dan beberapa fakta lain yang mungkin tidak pernah orang duga sebelumnya.

Jika kamu belum memilikinya, mungkin hal berikut ini akan membuatmu berkeinginan untuk mengoleksinya. Berikut ini adalah 7 hal tentang batik 3 Negeri yang kamu harus tahu!

1.Di rintis Oleh Seorang Keturunan Tionghoa

Siapa yang menyangka bahwa pembuat batik 3 Negeri ini bukanlah orang keturunan Jawa. Pertama kali di buat pada tahun 1910 oleh seorang keturunan Tionghoa yaitu Ny. Tjoa Giok Tjiam. 

Entah apa yang membuat Ny. Tjoa Giok Tjiam mempunyai keinginan untuk ikut dalam membuat batik. Bahkan motif batiknya pun sangat berbeda dengan batik dari daerah lain. Sehingga menjadi ciri khas yang membuat batik tersebut semakin bernilai.

Dan berkat keuletan beliau, batik ini masih populer hingga saat ini. Bukan hal yang mudah untuk tetap konsisten mengingat beliau bukanlah penduduk asli pribumi. Dan sekarang sudah generasi ketiga yang meneruskan produksi batik ini.

2.Motif dan Warna Batik 3 Negeri

Batik 3 Negeri

Motif batik inimerupakan perpaduan antara batik pesisir dengan batik klasik di Jawa Tengah. Digambarkan dalam sebuah karya seni yang indah di pandang mata. Menggunakan isen-isen berupa bunga Pacar, Pasir, serta mutiara.

Penggunaan warna menyesuaikan pada tren perkembangan zaman. Seperti yang di lakukan oleh keluarga Tjoa generasi ketiga. Yaitu yang dulunya menggunakan warna soga yang cenderung gelap berganti dengan warna yang lebih terang seperti hijau, biru, merah, dan ungu.

3.Batik 3 Negeri Sumber Inspirasi

Konon, motif batik 3 negeri ini terinspirasi dari cerita Sam Kok (3 Kerajaan). Sebuah cerita yang terkenal dari negara Tiongkok. Dengan unsur budaya tersebut, di goreskan ke dalam kain dengan memadukan unsur Jawa. Terciptalah motif batik yang ikut memperkaya motif batik di Indonesia.

Meskipun mengambil inspirasi dari budaya Tiongkok, tapi tidak meninggalkan unsur pokok yaitu budaya Jawa. Inilah salah satu keunikannya. Di buat oleh seorang keturunan Tiongkok tapi hasilnya seperti layaknya buatan penduduk pribumi.

4.Pembuatan Batik Batik 3 Negeri

Proses pembuatan batik ini berlokasi di dua tempat yaitu di Lasem dan Solo. Jadi tak heran ada yang mengatakan batik ini berasal dari Lasem, ada pula yang mengatkana dari Solo. Keduanya memang benar merupakan kota penghasil.

Batik 3 Negeri

Batik yang di buat di Lasem menggunakan warna merah. Sedangkan batik yang di buat di Solo menggunakan warna biru dan soga. Teknik pembuatan di Solo dengan cara teknik tulis sehingga tampak dari kedua sisi kain.

5.Penggunaan Batik

Karena tidak semua orang bisa membuatnya, maka membuat batik ini mempunyai kesan lebih eksklusif. Sehingga cocok di gunakan untuk acara-acara yang formal. Namun untuk di beberapa daerah tertentu seperti Jawa Barat, batik ini juga di gunakan sebagai peningset, seserahan, atau acara pernikahan.

6.Berhenti Produksi

Hingga saat ini, batik ini telah di produksi oleh 3 generasi. Secara turun temurun di ajarkan ke setiap anggota keluarga agar batik ini tetap bisa memperkaya ragam batik di Indonesia. Dan setiap generasi tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Namun sejak akhir tahun 2014 batik ini berhenti di produksi. Di antaranya penyebabnya adalah kesulitan mencari tenaga kerja yang benar-benar mempunyai kompetensi. Karena proses pembuatannya membutuhkan tenaga yang handal untuk bisa membuat batik yang sesuai dengan standar batik 3 Negeri.

7.Semakin Langka

Akibat dari berhenti produksi, maka batik ini pun mulai langka. Dan justru menambah nilai jualnya. Maka tak heran jika kita melihat yang harganya sangat mahal.

Follow Ig Kami Ya Klik Di sini

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan Balasan